top of page

Buruh FSB Migas Aksi Menuntut Penghapusan Outsourcing di PERTAMINA

15 Sep 2015
2 menit membaca

Kurang lebih sebanyak 1000 pekerja PT Pertamina (persero) yang merupakan tenaga kerja kontrak dan outsoursing, siang ini melakukan aksi di tiga titik di Jakarta. Pertama mereka melakukan aksi di Kantor Pertamina, dilanjutkan di Istana Negara dan berakhir di Kantor Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Para buruh yang merupakan perwakilan dari wilayah Balongan, Cepu, Plaju, Cilamaya, dan Tangerang tersebut menuntut pengapusan sistem kerja kontrak dan outsourching di tubuh Pertamina yang merupakan salah satu BUMN yang cukup kuat di Indonesia tersebut.

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Migas – Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSB Migas – KASBI) itu, telah bekerja di Pertamina dalam jangka waktu yang lama, namun status mereka masih kontrak-outsourching dan upah mereka juga masih rendah.

Ribuan pekerja Pertamina tersebut rata-rata telah bekerja selama 20 sampai 25 tahun, namun upah mereka masih setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), tanpa ada peningkatan kesejahteraan. Dan dinilai cukup ironis mengingat Pertamina adalah perusahaan negara yang bergelut di sektor Migas.

Dalam orasinya Nining Elitos, Ketua Umum Konfederasi KASBI, menyampaikan bahwa BUMN di Indonesia adalah telah melakukan perbudakan. ā€œJadi yang pertama kali melakukan perbudakan atas manusia itu adalah BUMN,ā€ ujarnya lantang di depan Kantor Pertamina Pusat, di Gambir, Jakarta Pusat.

Menurutnya selama pergantian pemerintahan sejak reformasi, para buruh Pertamina tersebut terus menerus dijejali oleh janji-janji akan peningkatan kesejahteraan serta penghapusan sistem kerja kontrak outsourching. Padahal dahulu Dewan Perwakilan Rakyat pernah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Meneg BUMN agar para pekerja di BUMN dihapus status kerja kontrak dan outsourchingnya.

Sementara itu, ketika berada di depan kantor Meneg BUMN, FSB Migas KASBI menyayangkan sikap dari Meneg BUMN yang enggan menemui para pengunjuk raja, dan hanya Wakil Humas Meneg BUMN saja yang bersedia menerima perwakilan buruh untuk menyampaikan berbagai tuntutan para buruh yang telah jauh datang ke Jakarta.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Pekerja dari dunia bersatu
Harian Rakyat

persahabatan internasional

Perjuangan rakyat

Tentara Pembebasan Rakyat

Update Harian

Konferensi Internasional

Ikuti kami di Facebook
  • Facebook Basic Black
bottom of page